Surantih dalam Puisi | Indrian Koto

Redaksi - Sastra
  • Bagikan
Surantih dalam Puisi. Foto: Indrian Koto
Iklan

Ke Langgai ke Asal Leluhur

kami meluncur
ke langgai, ke asal leluhur
mengendarai nasib masing-masing.

jalan berbatu, lumpur dan bukit terjal
seperti silsilah yang sukar diurai
satu demi satu.

Iklan

dari keriuhan kami datang
ke kampung lengang kami pulang.

kami menuju
langgai, ke hulu asal leluhur
rumah-rumah merenggas, memencilkan diri
dengan penghuni
hutan dan orang kampung
digasak sepanjang siang, sepanjang petang.

berapa harga sekilo nilam dan daun gambir?

di kampung hulu
masa depan terpancang
pada antena parabola dan seragam sekolah

kami menuju langgai
seperti perantau asing
yang gampang terpesona dengan asal sendiri.

2010

Halaman Selanjutnya: Puisi Muara Surantih

Iklan
  • Bagikan
Darwiadi