Ini Penjelasan Pihak SMPN 1 Painan Usai 2 Siswi Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Dihukum Squat Jump 50 Kali

Sabtu, 10 September 2022 - 14:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandasapuluah.com – SMPN 1 Painan memberikan penjelasan terkait dua siswi di sekolah tersebut yang dibawa ke rumah sakit usai menjalani hukuman squat jump 50 kali.

Kepala SMPN 1 Painan Linda Astuti saat dihubungi membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengakui, ada dua murid perempuan di sekolah yang dipimpinnya itu dibawa ke rumah sakit.

Perempuan yang biasa disapa Tuti itu menyampaikan, hukuman itu adalah kesepakatan antara guru yang bersangkutan dengan para peserta didik.

“Semuanya ini dilakukan berdasarkan kesepakatan kelas antara guru yang mengajar dengan siswa,” jelas Tuti.

Akan tetapi, kata Tuti, kesepakatan kelas itu dibuat tanpa diketahui oleh pihak sekolah.

“Kesepakatan itu dibuat di luar sepengatahuan pihak sekolah,” ujarnya.

Tuti menyebut, kejadian itu terjadi pada Rabu (7/9) sekitar pukul 11.30 WIB. Ia mengatakan, seorang guru yang mengampu mata pelajaran seni budaya memberikan hukuman kepada beberapa orang murid.

Baca Juga :  Soal Hukuman Squat Jump 50 Kali, Kepala SMPN 1 Painan: Sudah Kesepakatan dengan Murid

Hukuman itu, sambung Tuti, diberikan kepada beberapa murid yang tidak membawa buku gambar.

Akibat hukuman yang berat, dua murid harus dilarikan ke rumah sakit. Dua murid itu dibawa ke RSUD M Zein untuk mendapatkan perawatan di ruang IGD.

“Kita bertanggungjawab atas kejadian itu. Kita membawa keduanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” jelas Tuti.

Klik untuk melanjutkan membaca halaman selanjutnya…

Berita Terkait

Sepasang Muda-mudi Diciduk Satpol PP Pessel Saat Pacaran di Tempat Gelap dan Sepi
Usai Dilantik, IPTI Pessel Siapkan Program 100 Hari Kerja hingga Tingkat Nagari
Bangun Sinergisitas Penanganan Pelanggaran, Bawaslu Pessel Gelar Pertemuan dengan Panwascam dan Stake Holders
TMMD Ke -115, Kodim 0311/Pessel Ditutup, Sasaran Fisik dan Non Fisik Tetap di Jaga dan Dirawat
Waduh, Katanya Puskesmas Termegah di Pessel, Tiang Bendera Puskesmas Kayu Gadang Hanya dari Bambu
Satgas TMMD Gelar Sosialisasi Bahaya Laten Komunis dan Bahaya Terorisme
Bertempat di Takicok Cafe, ESI Pessel Matangkan Persiapan Rudi Hariyansyah Cup
Totalitas Bantu Orang Tua Asuh, dari Memasak hingga Setrika Baju Dilakukan Anggota Satgas TMMD Pessel Ini
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 November 2022 - 17:51 WIB

Sepasang Muda-mudi Diciduk Satpol PP Pessel Saat Pacaran di Tempat Gelap dan Sepi

Kamis, 17 November 2022 - 17:58 WIB

Usai Dilantik, IPTI Pessel Siapkan Program 100 Hari Kerja hingga Tingkat Nagari

Kamis, 10 November 2022 - 11:28 WIB

Bangun Sinergisitas Penanganan Pelanggaran, Bawaslu Pessel Gelar Pertemuan dengan Panwascam dan Stake Holders

Rabu, 9 November 2022 - 16:53 WIB

TMMD Ke -115, Kodim 0311/Pessel Ditutup, Sasaran Fisik dan Non Fisik Tetap di Jaga dan Dirawat

Rabu, 9 November 2022 - 10:55 WIB

Waduh, Katanya Puskesmas Termegah di Pessel, Tiang Bendera Puskesmas Kayu Gadang Hanya dari Bambu

Selasa, 8 November 2022 - 07:49 WIB

Satgas TMMD Gelar Sosialisasi Bahaya Laten Komunis dan Bahaya Terorisme

Minggu, 6 November 2022 - 18:46 WIB

Bertempat di Takicok Cafe, ESI Pessel Matangkan Persiapan Rudi Hariyansyah Cup

Minggu, 6 November 2022 - 18:17 WIB

Totalitas Bantu Orang Tua Asuh, dari Memasak hingga Setrika Baju Dilakukan Anggota Satgas TMMD Pessel Ini

Berita Terbaru