Sastra  

Nyanyian Sepi | Sri Jumaini

Nyanyian Sepi. Ilustrasi: pixabay
Lowongan Kerja

Waktu terus berlari
Betapa lekas siang menepi
Memberi ruang pada sepi tuk bernyanyi
Lagukan lara dengan rintih yang perih

Sementara harapan hanya mampu menjemput resah
Mengunyah sisa-sisa mimpi yang hampir punah
Pada sudut-sudut waktu yang sekarat
Dan tak kunjung usai diterpa badai

Wahai jiwa….
Bersabarlah,
Biarkan kulipat dulu sisa-sisa kepedihan itu
Yang terbentang dalam pengembaraan yang panjang
Sampai ketika pintu-pintu dan jendela tak terbuka lagi
Untuknya…

Lumpo, 23 Maret 2020

Terperangkap

Perahuku terperangkap pada dua dunia
Berbeda dan terasa asing
Sunyi mengrogoti hati
Hampa tak bergeming

Perahu tetapku dayung
Meski dengan kemudi yang patah
Terseok, merangkak
Tak pasti, kapan mencapai tepi

Baca Juga:  Tasbih Hujan | Apriwanto

Terperangkap pada dua Dunia yang berbeda
Dada sesak, pengap
Sementara asa berlari
Tinggalkan mimpi
Kapan duniaku kembali

Terperangkap pada dunia berbeda makin menyadarkanku
Bahwa kita telah salah memilih dermaga

Lumpo, 13 Februari 2020

Lihat Sumber Artikel
Puisi ini sebelumnya telah tayang di Bandasapuluah.com dengan judul “Sehimpun Puisi Sri Jumaini”. Bagi yang ingin membaca seluruh puisi-puisi tersebut bisa klik link diatas.

Ali Tanjung
  • Dapatkan berita dan artikel terbaru bandasapuluah.com di Google News
  • Gabung di Grup Facebook Kaba Bandasapuluah untuk mendapatkan informasi berita terbaru dan terlengkap hari ini.
  • Update terus berita terbaru dan terlengkap hari ini dengan menyukai Halaman Facebook bandasapuluah

Tinggalkan Komentar