Tekankan Pentingnya Peran Bako di Minangkabau, SMK se-Pessel Melalui P5 Gelar Acara Babako

Selasa, 23 Mei 2023 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandasapuluah.com – Guna menekankan pentingnya peran keluarga ayah atau disebut dengan bako di Minangkabau, SMK se-Pesisir Selatan melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) menggelar acara babako.

Sebanyak 17 SMK di Pessel ambil bagian dalam kegiatan yang dipusatkan di SMK Negeri 1 Sutera itu, Selasa (23/5). Adapun tema yang diusung adalah Kearifan lokal budaya Minangkabau menggunakan langgam Kecamatan Sutera dalam acara babako.

Analis Kurikulum Dinas Pendidikan Sumatera Barat Radmil mengatakan, melalui kegiatan P5 diharapkan dapat menggali, melestarikan sekaligus mewariskan kepada siswa tentang kearifan lokal yang ada Minangkabau. Dari Disdik Sumbar, kata dia, saat ini mengangkat tema tentang babako.

ADVERTISEMENT

space kosong

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hampir semua daerah ada prosesi babako. Tapi, satu daerah dengan daerah lain tidaklah sama. Jadi, kita sesuaikan dengan adat salingka nagari atau adat setempat,” kata Radmil.

Radmil mengatakan, tema babako diangkat karena banyak pelajar sekarang yang dinilai tidak tahu dengan bakonya. Padahal, peran bako sangat penting dalam Minangkabau.

“Kita di Minangkabau itu banasab ka bapak, basuku ka Mandeh. Sekarang, banyak yang tidak tahu dengan bakonya, padahal hubungan anak pisang dengan bakonya itu mulai lahir hingga meninggal dunia” jelasnya.

Dikatakan, meski mengikuti garis keturunan ibu, bukan berarti hubungan anak dengan pihak keluarga ayah terputus. Hubungan anak dengan pihak keluarga ayah atau bako, kata dia, akan terus terjalin, mulai dari lahir hingga berakhirnya kehidupan di dunia ini.

Baca Juga :  Rusma Yul Anwar Ingatkan Kepala Sekolah: Meski Pandemi, Kualitas Pendidikan Tak Boleh Menurun

Pihak bako, kata dia, ikut berkewajiban mengisi adat dalam berbagai tahap kehidupan anak pisangnya. Mulai dari lahiran, menikah hingga kematian anak pisang tersebut.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi kegiatan babako yang diadakan di SMKN 1 Sutera. Ia berharap, nilai-nilai kearifan loka dalam prosesi babako dengan langgam Kecamatan Sutera dapat diketahui dan diwariskan kepada siswa.

“Silahkan berkreativitas asalkan tidak menghilangkan identitas. Karena ada kreativitas yang melenceng atau keluar dari adat. Itu yang mesti kita luruskan,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Sutera Lili Suryati mengatakan, acara babako merupakan kegiatan puncak dari P5 untuk peserta didik wilayah Cabang Dinas (Cabdin) VII yang dipusatkan di sekolah tersebut. Kegiatan itu dimulai dari tanggal 22 hingga 23 Mei 2023.

Dihari pertama, kegiatan diisi dengan materi tentang lambang dan simbol adat Minangkabau, tatacara upacara adat dari lahir hingga meninggal. Kemudian, isi juga dengan pengetahuan Minangkabau lainnya seperti Sumbang 12.

“Ibaratnya kemarin itu adalah teorinya, hari ini merupakan prakteknya,” kata Lili.

Lili mengatakan, acara tersebut diikuti oleh seluruh pelajar SMK di Pesisir Selatan. 90 pelajar tercatat terlibat aktif dalam rangkaian acara tersebut.

“Ini sebenarnya adalah alek (pesta) SMK se-Pesisir Selatan bukan hanya alek SMKN 1 Sutera” jelasnya.

Ia menjelaskan, implementasi dari P5 ada sembilan tema, salah satunya ialah kearifan lokal. Ia berharap, nilai-nilai luhur dari kearifan lokal dalam acara babako dapat diambil dan diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Berapa Hasil 0 Pangkat 0? 0, 1 atau Tidak Terdefinisi? Ini Jawabannya

“Nilai-nilai luhur yang bisa diambil dalam rangkaian acara babako ini adalah kerjasama, jujur, bertanggungjawab serta disiplin,” kata dia.

“Jadi nilai-nilai luhur dari kegiatan babako itulah yang dilihatkan dan disampaikan kepada siswa dan ini yang harus kita contoh sebagai orang minang,” pungkasnya.

Tentang Babako

Dikutip dari bandasapuluah.com, babako merupakan awal dari serangkaian acara resmi perkawinan di Kecamatan Sutera.

Acara ini dilaksanakan oleh calon pengantin ditempatnya masing-masing. Adapun tujuan acara ini sebagai pernyataan kasih sayang dan restu dari pihak bako (keluarga ayah pihak pengantin) terhadap anak pisangnya yang akan menempuh hidup baru.

Rombongan Induk Bako yang berkumpul dirumah salah seorang keluarga dekat ayah ma arak anak pisangnya yang akan menjadi pengantin ditempat kediaman anak pisang itu sendiri untuk “diasoki dengan kumayan dan dilimaui dengan limau harum”.

Kedua macam benda itu melambangkan do’a untuk keselamatan penganten dan melambangkan membersihkan diri lahir bathin serta dorongan untuk memperkuat mental sebelum melangsungkan pernikahan.

Arakan ini dilengkapi dengan sejumlah bawaan sebagai paragiah dan sumbangan dari pihak keluarga ayah.

Bawaan itu antara lain terdiri dari nasi kunyit, sejumlah bahan sandang kain panjang, sarung, beras, dll.

Bahkan bawaan ini dilengkapi dengan perhiasan emas, ternak sapi, kerbau, ataupun kambing, sesuai dengan kemampuan pihak bako. Arak-arakan ini diiringi pula dengan bunyi-bunyian talempong, pupuik sarunai.

Berita Terkait

Situs Sejarah Diduga Peninggalan Era Megalitik Ditemukan di Padang Pariaman
BKKBN Sumbar Gelar Pilot Project PEK Peduli Stunting di Padang Panjang
Seni Itu Kehidupan Kreatif
Pancuang Taba, Negeri Di Atas Awan yang Melahirkan Banyak Ulama di Kaki Bukit Barisan
Mengenal Tradisi Babako di Kecamatan Sutera
Temu Tim Pemrov Sumbar dengan KAN dan Datuk Pucuk 4 Suku serta Datuk 46 Pasie Laweh
Keberagaman Budaya dan Masyarakat di Provinsi Sumatera Barat
Keberagaman Budaya dan Masyarakat di Provinsi Sumatera Barat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 15 Oktober 2023 - 19:57 WIB

Situs Sejarah Diduga Peninggalan Era Megalitik Ditemukan di Padang Pariaman

Rabu, 6 September 2023 - 13:25 WIB

BKKBN Sumbar Gelar Pilot Project PEK Peduli Stunting di Padang Panjang

Rabu, 6 September 2023 - 12:10 WIB

Seni Itu Kehidupan Kreatif

Minggu, 13 Agustus 2023 - 09:43 WIB

Pancuang Taba, Negeri Di Atas Awan yang Melahirkan Banyak Ulama di Kaki Bukit Barisan

Selasa, 1 Agustus 2023 - 17:05 WIB

Mengenal Tradisi Babako di Kecamatan Sutera

Selasa, 11 Juli 2023 - 19:42 WIB

Temu Tim Pemrov Sumbar dengan KAN dan Datuk Pucuk 4 Suku serta Datuk 46 Pasie Laweh

Jumat, 9 Juni 2023 - 11:19 WIB

Keberagaman Budaya dan Masyarakat di Provinsi Sumatera Barat

Jumat, 9 Juni 2023 - 11:03 WIB

Keberagaman Budaya dan Masyarakat di Provinsi Sumatera Barat

Berita Terbaru