Budaya  

Balai Pagaduan, Hari Balai Terakhir di Bulan Puasa

Bandasapuluah.com – Lebaran sebentar lagi. Mungkin esok atau lusa, orang-orang akan merayakan hari lebaran.

Dalam menyambut lebaran, ada berbagai hal yang dilakukan oleh masyarakat dan menjadi semacam tradisi. Seperti membeli baju baru, membersihkan pekarangan rumah, membuat kue hingga membeli furniture rumah.

Keperluan menyambut lebaran itu biasanya di beli pada hari balai atau pekan. Lazimnya, hari balai atau pekan hanya sekali dalam seminggu.

Di luar hari balai, ada hari alang. Pada hari itu, penjual dan pembeli hanya dari sekitar kampung saja, paling hanya satu los yang terisi dan waktunya pun pendek.

Alang itu mungkin maksudnya elang, dalam bentuk lain kadang disebut garudo, dan ini merujuk pada gambaran kelengangan yang biasa tersampaikan tukang kaba dalam pagelaran Rabab Pasisie,”Kampung lengang-sunyi seperti dihala garudo tabang.”

Mengingat lengkapnya keperluan dan kebutuhan di hari balai, membuat masyarakat berbondong-bondong berbelanja di hari itu. Tak terkecuali keperluan dan kebutuhan berlebaran.

Hari balai terakhir di bulan puasa biasanya sering di sebut masyarakat sebagai balai Pagaduan. Pagaduan ini berasal dari kata “Pe-gaduh-an”.

Dahulu dan juga mungkin saat ini, acapkali pasangan suami-istri bertengkar dan bergaduh di balai terakhir bulan puasa itu. Penyebabnya, mata pencarian yang sedang tidak baik, tetapi keperluan dan kebutuhan menyambut lebaran belum terpenuhi.

  • Dapatkan berita dan artikel terbaru bandasapuluah.com di Google News
  • Gabung di Grup Facebook Kaba Bandasapuluah untuk mendapatkan informasi berita terbaru dan terlengkap hari ini.
  • Update terus berita terbaru dan terlengkap hari ini dengan menyukai Halaman Facebook bandasapuluah
Zarfi Deson

Zulhendri

Tinggalkan Komentar