Carano

Sabtu, 13 Maret 2021 - 07:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Carano. Foto : Tangkapan layar Instagram

Ilustrasi Carano. Foto : Tangkapan layar Instagram

Carano adalah atribut dan alat perlengkapan upacara adat Minangkabau. Fungsinya amat vital, bisa gagal upacara adat kalau tidak ada carano.

Dalam perkembangan sekarang penggunaan carano, fungsi sosialnya diperluas. Fungsi diperluas itu carano digunakan sebagai alat khusus menyambut dan pemberian penghormatan kepada tamu terhormat dalam sebuah upacara seremonial di Sumatera Barat.

Carano berbentuk wadah sirih pinang yang unik terbuat dari loyang. Garis tengahnya 60 cm dan tingginya 62 cm, biasanya tertutup setidaknya dengan kain delamak (sarilamak).

ADVERTISEMENT

space kosong

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keindahannya diibaratkan burung tiuang akan terbang, eloknya seperti elang akan hinggap, ukirannya motif pucuk rebung (bambu muda yang baru keluar dari rumpunnya), ditata bamego-mego (megah), beralas kasap kain rumin. Letaknya di tangah-tangah kerapatan atau dalam upacara pesta adat.

Dalam petata petiti adat Minang

Carano datang nan dari tanah

Banja bernama carano basa

Banja dimaksud sebuah cikal bakal nagari yang hanya dihunyi satu suku. Carano tembaga itu banyak dibuat pandai besi Sungai Puar. Carano Basa pembuatnya dalam petata petiti disebut Reno banamo (bernama) Ali.

Ada atribut adat mirip dengan carano ini dalam fungsi dan bentuknya, antara lain:

(1) Langguai bentuk dan besarnya sama dengan carano, biasa diisi sirih – pinang tapi tidak tertutup seperti carano dan kalau ditutup kain delamak akan berfungsi carano.

(2) Tepak di 50 Kota bentuknya empat persegi 50 x 60 cm spesial untuk tempat sirih dan bahan pemakan sirih, mirip pula kotak disebut pancang di Pesisir Selatan

(3) Katidiang tonggak, terbuat dari bambu atau kayu berukir diisi dengan beras di bagian bawah, kue di bagian atas. Ada pula bentuk lain kampia sirih untuk membawa sirih menjalankan ucok (ucapan mengundang) seperti di Pariaman, juga ada jenis yang lebih besar dan tinggi bernama dulang tempat menyusun sirih dalam upacara adat perkawinan yakni maanta sirih (mengantarkan sirih).

Carano simbol kemuliaan bagi penghulu dan rajo serta orang nan-4 fungsi keluarga adat yakni (1) urang sumando, (2) mamak rumah, (3) mande bapak dan (4) anak daro (mempelai wanita).

Bagi mereka carano berdaya fungsi untuk:

(1) perlengkapan syarat mamanggia (memanggil) penganten lelaki dan upacara adat manta sirih (mangantarkan sirih),

(2) perlengakapan syarat dimulainya persidangan adat, memolia (memuliakan) orang-orang nan gadang basa batuah (penghulu /datuk atau ninik mamak) disamping mengasihi nan ketek (menyayangi yang kecil) dengan symbol rokoh dalam gelas pada upacara adat seperti upacara baiyo-iyo (minum kopi malam, memperhitungkan kapan helat perkawinan akan dilangsungkan),

(3) alat penghormatan pada tamu dalam acara serimonial,

(4) bukti nasib mujur di Minangkabau, dll.

Halaman

Berita Terkait

Situs Sejarah Diduga Peninggalan Era Megalitik Ditemukan di Padang Pariaman
BKKBN Sumbar Gelar Pilot Project PEK Peduli Stunting di Padang Panjang
Seni Itu Kehidupan Kreatif
Pancuang Taba, Negeri Di Atas Awan yang Melahirkan Banyak Ulama di Kaki Bukit Barisan
Mengenal Tradisi Babako di Kecamatan Sutera
Temu Tim Pemrov Sumbar dengan KAN dan Datuk Pucuk 4 Suku serta Datuk 46 Pasie Laweh
Keberagaman Budaya dan Masyarakat di Provinsi Sumatera Barat
Keberagaman Budaya dan Masyarakat di Provinsi Sumatera Barat
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 15 Oktober 2023 - 19:57 WIB

Situs Sejarah Diduga Peninggalan Era Megalitik Ditemukan di Padang Pariaman

Rabu, 6 September 2023 - 13:25 WIB

BKKBN Sumbar Gelar Pilot Project PEK Peduli Stunting di Padang Panjang

Rabu, 6 September 2023 - 12:10 WIB

Seni Itu Kehidupan Kreatif

Minggu, 13 Agustus 2023 - 09:43 WIB

Pancuang Taba, Negeri Di Atas Awan yang Melahirkan Banyak Ulama di Kaki Bukit Barisan

Selasa, 1 Agustus 2023 - 17:05 WIB

Mengenal Tradisi Babako di Kecamatan Sutera

Selasa, 11 Juli 2023 - 19:42 WIB

Temu Tim Pemrov Sumbar dengan KAN dan Datuk Pucuk 4 Suku serta Datuk 46 Pasie Laweh

Jumat, 9 Juni 2023 - 11:19 WIB

Keberagaman Budaya dan Masyarakat di Provinsi Sumatera Barat

Jumat, 9 Juni 2023 - 11:03 WIB

Keberagaman Budaya dan Masyarakat di Provinsi Sumatera Barat

Berita Terbaru