Anak Usia 2 Tahun Sudah Kenal Jajanan Beragam, Dampaknya Mengkhawatirkan

Kamis, 6 Juli 2023 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak Usia 2 Tahun Sudah Kenal Jajanan Beragam

Anak Usia 2 Tahun Sudah Kenal Jajanan Beragam

JAKARTA – Belakangan ini beberapa akun menfess mempertanyakan tentang jajanan apa saja yang sudah dikonsumsi anak di usia 2 tahun. Menfess merupakan sebuah akun twitter base di mana para pengguna Twitter dapat mengirimkan pesan melalui direct message (DM) yang nantinya akan terunggah melalui cuitan secara otomatis dan anonim pada akun menfess tersebut.

Cuitan yang berasal dari salah akun menfess @tanyakanrl, dalam cuitan tersebut mempertanyakan jajanan anak dan diserbu beberapa akun warganet yang berkomentar menceritakan jajanan yang disukai oleh anak, keponakan, dan hingga tetangganya.

“Tanyarl – kalo sepupuku suka minta cilung baru serayanza” tulis akun twitter tersebut disertai gambar teks bertuliskan “sepupuku 2 tahun udah pinter minta jajan, kalau anak/sepupu/ keponakan/tetangga yg usianya kurang dr 2 tahun uda suka jajan apa?” itu, pada Selasa (20/06/2023).

ADVERTISEMENT

space kosong

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas, warganet ramai menceritakan jajanan yang disukai oleh anak berusia 2 tahun di lingkungannya. Di usia yang masih sangat kecil, anak-anak tersebut sudah mengonsumsi berbagai makanan yang tidak seharusnya dikonsumsi di usianya. Dari susu UHT, permen jeli, hingga jajanan lokal yang lewat di depan rumah, bahkan kental manis yang masih dianggapnya sebagai susu.

“adek aku yang umur 2 tahun sukanyaa susu kental manis, gatau dia suka bngt, pagi siang sore malem mintanya susu kental manis trs 😭” komentar salah satu warganet.

Banyak jajanan tersebut mengandung jumlah gula, lemak jenuh, dan garam yang berlebihan, terlebih kental manis. Salah satu komentar bahkan menunjukkan bahwa masih ada konsumsi kental manis untuk anak usia dibawah 2 tahun secara rutin pagi, siang, sore, hingga malam hari. Hal ini tentu masih dipersepsikan sebagai minuman susu untuk anak.

Banyak orangtua sering beranggapan bahwa mengenalkan jajanan kepada anak sejak dini dapat meningkatkan daya tahan sistem pencernaannya. Oleh karena itu, sebagian besar orang tua membiarkan anak-anak mereka mengkonsumsi makanan ringan yang dijual di pinggir jalan, tanpa memperdulikan kebersihan dan nilai gizi yang terkandung di dalamnya. Jika anak-anak terbiasa mengonsumsi jajanan ini secara teratur, mereka dapat mengalami masalah kesehatan seperti obesitas, kekurangan gizi, atau masalah pencernaan lainnya.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), mengatakan bahwa saat ini penyakit sindrom metabolik sudah mengintai banyak anak-anak di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah pola makan yang kurang baik dengan sumber asupan yang tinggi gula dan lemak seperti pada junk food dan jajanan.

“Masalah junk food itu masalah global. Tekanan industri makanan itu luar biasa. Di minimarket snack-snack yang dikonsumsi betul-betul tinggi gula dan lemak trans yang sangat inflamatif. Ini yang seiring meningkatnya kasus sindrom metabolik meningkat,” ujar Piprim dalam Media Briefing virtual bersama Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI), Selasa 17 Januari 2023.

Pasalnya, anak yang masih kecil belum mengerti mana yang baik untuknya, orang tuanyalah yang harus tegas jika anak meminta jajanan yang tidak untuk seusianya.

Sebagai orangtua, penting untuk memperhatikan kebersihan dan nutrisi makanan yang dikonsumsi anak-anak. Sebaiknya memilih makanan yang disiapkan dengan higienis dan memperhatikan komposisi gizi yang seimbang. Anak-anak sebaiknya diperkenalkan dengan makanan sehat seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan sumber protein yang baik seperti susu yang bukan kental manis, daging tanpa lemak, ikan, atau kacang-kacangan.

Berita Terkait

Jangan Khawatir, Bank Nagari Painan Jamin Ketersediaan Uang Tunai Selama Libur Lebaran 2024
Demi Kebutuhan Nasabah, Ali Tanjung Minta Bank Nagari Cek ATM Secara Berkala Selama Libur Lebaran
Di Penghujung Ramadan, Ikal Jonedi Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Sutera
Sering Dikeluhkan Konsumen, Dani Sopian Nilai Manajemen PDAM Tirta Langkisau Perlu Diaudit Khusus
Buka Puasa Bersama IKWAL Perawang, Zarfi Deson dan Raflis Apresiasi Antusiasme dan Kekompakan Perantau
Bukannya Rajin Ibadah di Bulan Ramadan, 6 Pria di Pesisir Selatan ini Malah Asyik Berjudi
Sambut Libur Lebaran, Bank Nagari Cabang Painan Siapkan Rp4,9 Miliar Penukaran Uang Baru
Terus Pererat Silahturahmi, Ikwal Jakarta Gelar Buka Puasa Bersama dan Matangkan Persiapan Halal Bihalal
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 April 2024 - 10:19 WIB

Jangan Khawatir, Bank Nagari Painan Jamin Ketersediaan Uang Tunai Selama Libur Lebaran 2024

Selasa, 9 April 2024 - 22:09 WIB

Demi Kebutuhan Nasabah, Ali Tanjung Minta Bank Nagari Cek ATM Secara Berkala Selama Libur Lebaran

Selasa, 9 April 2024 - 21:48 WIB

Di Penghujung Ramadan, Ikal Jonedi Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Sutera

Kamis, 4 April 2024 - 11:04 WIB

Sering Dikeluhkan Konsumen, Dani Sopian Nilai Manajemen PDAM Tirta Langkisau Perlu Diaudit Khusus

Rabu, 3 April 2024 - 03:54 WIB

Buka Puasa Bersama IKWAL Perawang, Zarfi Deson dan Raflis Apresiasi Antusiasme dan Kekompakan Perantau

Senin, 1 April 2024 - 16:59 WIB

Sambut Libur Lebaran, Bank Nagari Cabang Painan Siapkan Rp4,9 Miliar Penukaran Uang Baru

Senin, 1 April 2024 - 12:08 WIB

Terus Pererat Silahturahmi, Ikwal Jakarta Gelar Buka Puasa Bersama dan Matangkan Persiapan Halal Bihalal

Sabtu, 30 Maret 2024 - 13:01 WIB

Safari Ramadhan Ke Ranah Lengayang Tercinta, Zarfi Deson Sosialisasikan Perubahan Nama Ikwal jadi PKPWL

Berita Terbaru