BANDASAPULUAH.COM – Kerapatan Adat Nagari (KAN) Tambang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, mengukuhkan 10 penghulu (datuak), Sabtu (24/5/2025).
Prosesi sakral ini dipimpin langsung oleh Ketua KAN Tambang, Firman Joni Datuak Gamuak di Nagari Tambang..
Acara ini turut dihadiri Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim, Ketua LKAAM Pesisir Selatan Syafrizal Dt Nan Batuah, anggota DPRD Pesisir Selatan Hanafi Herman, pihak Polsek IV Jurai, serta tokoh masyarakat dari berbagai elemen
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengukuhan berlangsung secara adat Minangkabau yang khidmat dan penuh makna. Sumpah jabatan penghulu dibacakan langsung oleh Ketua KAN Firman Joni.
“Kaateh indak bapucuak, kabawah indak baurek, ditangah-tangah digiriek kumbang, bak karakok tumbuah di batu, iduik sagan mati tak namuah, kanai kutuak Kalamullah, dimakan Qur’an 30 Juz,” ucap Firman Joni saat membacakan sumpah.
Penghulu yang dikukuhkan, Junaidi Syamsir – Datuak Rajo Gamuyang, Syaftonel – Datuak Rajo Gamuyang Batuang, Sundy Roza – Datuak Rangkayo Basa, Li Is – Datuak Bandaro Jambak, H. Baharuddin – Datuak Rajo Batuah, Jusrii – Datuak Gamuak Maransi, Adnas – Datuak Rajo Alam, Hasmi Indra Jaya – Datuak Rajo Batuah, Anto Ribon – Datuak Bandaro Sati Nan Kayo, Syafran – Datuak Gamuak
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada KAN Tambang atas pengukuhan yang dilakukan secara adat.
Ia menekankan bahwa penghulu adalah mitra penting dalam menjaga marwah adat dan mendukung pembangunan nagari.
“Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan selamat. Para penghulu ini adalah pilar penting dalam menjaga nilai-nilai adat, serta turut menyukseskan program pemerintah seperti Nagari Mengaji dan Nagari Pandai,” ujar Risnaldi.
Ia juga mengingatkan para penghulu untuk ikut berperan aktif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.
“Kita harus bersama-sama menjaga nagari. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat termasuk para ninik mamak dan penghulu,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua LKAAM Kabupaten Pesisir Selatan Syafrizal Ucok, juga memberikan apresiasi tinggi atas pengukuhan 10 datuak di Nagari Tambang.
Menurutnya, hal ini menjadi contoh baik dalam pelestarian budaya dan kepemimpinan adat.
Prosesi ini tidak hanya menjadi momen sakral adat, tetapi juga simbol penguatan struktur sosial dan budaya dalam menjaga keutuhan nagari.