BANDASAPULUAH.COM – Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ardiul, menggelar reses masa sidang II di Kampung Padang Tae, Nagari Amping Parak, Kecamatan Sutera, pada Senin (17/02/2025).
Dalam kegiatan tersebut, seratusan masyarakat hadir dengan antusias untuk menyampaikan berbagai aspirasi mereka terkait kebutuhan dasar dan kesejahteraan sosial.
Dalam sesi dialog yang berlangsung hangat, warga mengutarakan beberapa permintaan penting kepada Ardiul.
Beberapa di antaranya adalah perbaikan rumah tidak layak huni, penyediaan listrik gratis bagi keluarga kurang mampu, pembangunan fasilitas sanitasi (WC), serta akses BPJS gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ardiul menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat di tingkat kabupaten.
“Sebagai wakil rakyat, sudah menjadi tugas kami untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kami akan mengupayakan agar kebutuhan yang disampaikan bisa direalisasikan melalui dinas terkait,” ujar Ardiul.
Namun, Ardiul juga menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menerapkan sistem tagging anggaran, di mana pokok pikiran (pokir) anggota DPRD hanya dapat diprioritaskan untuk beberapa dinas tertentu. Kebijakan ini tentu membatasi ruang gerak dalam mengalokasikan anggaran untuk berbagai kebutuhan masyarakat.
“Mengingat adanya tagging anggaran yang membatasi pokir DPRD untuk beberapa dinas saja, tentu ada tantangan tersendiri dalam merealisasikan program-program ini. Namun, kami akan tetap mencari solusi agar kebutuhan masyarakat tetap bisa diperjuangkan,” tegas Ardiul.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa kebijakan pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan dalam realisasi program-program tersebut.
Menurutnya, hingga saat ini, pemerintah daerah masih menunggu keputusan lebih lanjut terkait kebijakan efisiensi anggaran yang ditetapkan oleh Presiden.
“Mengingat langkah efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat, kami akan melihat dulu bagaimana kondisi keuangan daerah ke depan. Sampai hari ini, daerah masih belum bisa memutuskan atau mengambil kebijakan terkait dengan keputusan Presiden yang baru mengenai efisiensi seluruh anggaran,” jelas Ardiul.
Ia menegaskan bahwa apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan, maka pihaknya akan berusaha mendorong program-program tersebut agar dapat terealisasi.
“Kalau nanti anggaran memungkinkan, kami akan mengupayakan ini melalui dinas terkait. Kami ingin agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari program yang ada,” tambahnya.
Reses ini menjadi salah satu bentuk kedekatan Ardiul dengan konstituennya di daerah pemilihan.
Dengan turun langsung ke lapangan, ia dapat mendengar langsung permasalahan yang dihadapi masyarakat dan merancang strategi untuk memperjuangkan solusi yang tepat di tingkat kebijakan daerah.
Melalui kegiatan reses ini, Ardiul juga diharapkan dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial dan peningkatan kualitas hidup warga Pesisir Selatan.