Berita  

Ini yang Ditemukan Dinsos PPRPA Pessel saat Verifikasi Penerima Bansos

verifikasi penerima bansos
Tim Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPRPA) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat saat mengunjungi rumah warga yang akan diverifikasi, Kamis (21/7)

Bandasapuluah.com – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPRPA) Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat tengah melakukan finalisasi uji publik bantuan sosial (bansos) di daerah tersebut.

Salah satu nagari yang dilakukan finalisasi uji publik bansos adalah Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Kegiatan ini secara berkala dilakukan sebagai tindaklanjut dari kegiatan sebelumnya.

Selain itu, Dinsos PPRPA Pessel juga melakukan verifikasi cek bansos di daerah tersebut pada Kamis (21/7). Di Nagari Sungai Pinang Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan terdapat dua orang yang masuk dalam usulan melalui Aplikasi Cek Bansos Kementerian Sosial.

Setelah berkoordinasi dengan pihak nagari serta kepala kampung, Tim dari Dinsos bersama dengan TKSK setempat langsung melakukan kunjung ke rumah terhadap dua usulan tersebut.

Kunjungan pertama dilakukan ke rumah Yusna (72 tahun). Yusna diketahui tinggal seorang diri di sebuah rumah sederhana yang terbuat dari papan dan atap seng, lantai semen dan di bagian dapur berlantai tanah.

Memasuki dapur kecil itu terlihat sebuah tungku besi berbahan bakar kayu. Selanjutnya Tim menuju ke belakang rumah, Yusna pun menunjukkan sebuah kamar kecil yang terpisah dengan rumah dalam keadaan yang sangat memperihatinkan. Dengan lirih bibir tuanya berbisik meminta dibuatkan toilet.

Sehari-harinya Buk Yusna membiayai hidupnya dengan menjual jengkol yang hanya sebatang dan terlihat berbuah sedikit saja. Selain itu, tidak ada sumber pendapatan lain yang akan diterimanya.

Rumah kedua yang didatangi oleh Tim adalah milik seorang perempuan bernama Sakdiha (64 tahun). Sakdiha tinggal di rumah beton berlantai semen bersama cucunya yang masih bersekolah.

Ibu Sakdiha tampak kesulitan berjalan menyambut tamu yang datang karena sakit pada kakinya. Di rumah itu tidak terlihat adanya perabotan mahal yang mengisi ruangan.

Kehidupan Sakdiha hanya bergantung pada pemberian anak-anaknya yang merantau dan tidak punya pendapatan tetap, sehingga tidak mencukupi untuk biaya sehari-hari termasuk penunjang sekolah cucunya, dan ia sangat berharap mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

  • Dapatkan berita dan artikel terbaru bandasapuluah.com di Google News
  • Gabung di Grup Facebook Kaba Bandasapuluah untuk mendapatkan informasi berita terbaru dan terlengkap hari ini.
  • Update terus berita terbaru dan terlengkap hari ini dengan menyukai Halaman Facebook bandasapuluah
Zarfi Deson

Zulhendri

Tinggalkan Komentar